BANTUL, LSQ AR-ROHMAH – Suasana hangat menyelimuti kegiatan silaturahmi santri LSQ Ar-Rohmah pada Senin (23/2/2026) malam, usai pelaksanaan salat tarawih. Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun sarat makna itu, para santri bersama pengasuh, Prof. Abdul Mustaqim, berdiskusi sekaligus menyimak kisah inspiratif dari Ketua RT 07 Perumahan Tamanan Indah, Ir. Syafruddin Andi Arif, yang akrab disapa Pak Didin.

Kegiatan yang digelar di lingkungan Joglo Umi Jujuk Najibah LSQ Ar-Rohmah tersebut diisi dengan berbagi pengalaman hidup oleh Pak Didin. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih dengan sikap biasa-biasa saja.

“Untuk meraih kehidupan yang sukses, kita tidak bisa menjalani semuanya secara setengah hati. Harus ada kesungguhan,” ujar Pak Didin di hadapan para santri.

Ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai fondasi dalam menapaki perjalanan hidup, yakni disiplin, kesabaran, dan menjaga adab. Menurutnya, ketiga hal tersebut bukan hanya menjadi kunci keberhasilan secara personal, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun relasi sosial yang sehat.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga mempererat hubungan antara lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Dialog yang berlangsung interaktif mencerminkan tumbuhnya semangat kebersamaan dan silaturahmi.

Pengasuh LSQ Ar-Rohmah, Prof. Abdul Mustaqim, dalam kesempatan yang sama menambahkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam tiga dimensi kehidupan. Ia menyebutkan, keseimbangan relasi transendental kepada Tuhan, kepedulian terhadap alam, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat merupakan bagian integral dari nilai-nilai kepesantrenan.

“Kehidupan santri tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual, tetapi juga harus hadir secara sosial dan ekologis sebagai bentuk pengabdian,” ungkapnya.

Di penghujung acara, Pak Didin membagikan rezeki kepada para santri sebagai bentuk rasa syukurnya sekaligus pelaksanaan ibadah zakat mal. Pemberian tersebut disambut dengan kebahagiaan, rasa syukur dan haru oleh para santri.

Lebih dari sekadar bentuk materi, momen itu menjadi simbol tentang bagaimana kepedulian dan tali asih antara masyarakat dan pesantren dapat tumbuh pun terjaga; baik secara personal maupun komunal. Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus memperkuat sinergi serta menumbuhkan spirit-motivasional belajar dan pengabdian di kalangan santri LSQ Ar-Rohmah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here